Rabu, Agustus 5, 2026
Beranda blog Halaman 86

Struktur Liabilitas Sehat, BRI Terus Tumbuh dan Makin Tahan Guncangan

CHANEL7.TV, JAKARTA – Pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan menjadi prioritas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kedepan. Hal tersebut salah satunya ditentukan dari kemampuan BRI mengelola sumber dana dan liabilitas yang tetap memiliki struktur liabilitas sehat di tengah era suku bunga tinggi, serta kondisi perekonomian global yang belum sepenuhnya stabil.

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan, terdapat tiga indikator untuk mengukur kesehatan bank, yakni kualitas kredit, likuiditas, dan rentabilitas. Menurutnya, di tengah era suku bunga tinggi dan kondisi ekonomi yang masih berupaya pulih akibat pandemi, salah satu kebutuhan utama bank saat ini adalah mengelola likuiditas.

Strateginya yakni dengan menjaga pertumbuhan sejumlah komponen pada liabilitas. “Artinya kalau liabilitas bank itu tumbuh, bank masih mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk menaruh dananya,” katanya. Sebaliknya, bila pertumbuhan liabilitas bank stagnan atau justru malah mengalami koreksi, bank akan menarik modal untuk ekspansi kredit.

Ia melanjutkan, pertumbuhan liabilitas yang didorong oleh DPK membuat bank memiliki likuiditas yang mumpuni untuk menyalurkan kredit. Akan tetapi perlu dicatat, kata Trioksa, liabilitas yang baik didukung oleh rasio dana murah atau current account savings account (CASA) yang bergerak naik.

Dana murah akan membuat bank lebih leluasa mengatur margin bunga. Bank pun menjadi mampu menawarkan suku bunga kredit yang lebih kompetitif. “Kalau dana mahalnya banyak, bank pasti akan memberikan [bunga] kredit yang tinggi untuk mengimbangi beban bunganya,” kata Trioksa.

Lebih lanjut, CASA akan menekan beban dana atau cost of fund (COF) bank. Hal ini akan memberikan dampak positif kepada bottom line perusahaan. “CASA ini bisa didapatkan dengan banyak cara, salah satunya lewat digitalisasi,” katanya.

Sementara itu, satu bank yang tercatat memiliki pertumbuhan CASA yang tinggi adalah BRI. Dari sisi pendanaan, BRI mampu menghimpun DPK sebesar Rp1.255,45 triliun atau tumbuh double digit sebesar 11,45% yoy dengan penopang utama pertumbuhan dana murah atau CASA yang tumbuh 13,01% yoy menjadi Rp810,09 triliun.

Fokus BRI mengakselerasi kemampuan dalam menghimpun dana murah tersebut membuat rasio CASA meningkat menjadi 64,53%. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar 63,63%. Hal tersebut pada akhirnya meningkatkan efisiensi bank dalam mengelola dana.

Sementara itu, Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu mengungkapkan bahwa faktor yang mendorong keberhasilan BRI mencetak laba impresif adalah keberhasilan melakukan transformasi yang difokuskan dengan memperbaiki struktur liabilitas.

“Kami berhasil memperbaiki struktur liabilitas yang menjadikan kami semakin efisien. Karena kami sadar kondisi ekonomi masih menantang, sehingga kami mampu untuk terus tumbuh dan berkembang, dan memberikan kinerja terbaik untuk seluruh stakeholders,” ungkap Viviana.

Hal tersebut berdampak terhadap tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) misalnya naik 464 bps menjadi 23,75% dan tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) naik 43 bps menjadi 3,27%.

Seperti diketahui, laba bersih perseroan secara konsolidasian pada kuartal I-2023 mencapai Rp15,56 triliun atau tumbuh 27,37% year on year (yoy), sedangkan sepanjang tahun 2022, laba BRI mencapai Rp51,4 triliun, naik sekitar 67,15% secara tahunan. Capaian tersebut salah satunya disebabkan karena keberhasilan BRI dalam mengefisienkan biaya dana.

Bupati Barut Resmikan Masjid H. Muhammad Sidik Islamic Center

CHANEL7.TV, BARITO UTARA – Bupati Barito Utara (Barut), H. Nadalsyah meresmikan Masjid H. Muhammad Sidik Islamic Center, Sabtu (20/5/2023), di Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati H. Nadalsyah serta dirangkai dengan tausyiah agama oleh penceramah kondang, Tuan Guru Ustadz Prof. H. Abdul Somad, L.C., D.E.S.A., Ph.D., yang diundang secara khusus pada kegiatan tersebut.

“Pembangunan Masjid Islamic Center ini merupakan murni dari dana perusahaan Mitra Barito, pihak ketiga yang dikelola oleh yayasan H. Muhammad Sidik dan tidak menggunakan APBD Kabupaten Barito Utara,” kata Bupati H. Nadalsyah dalam sambutannya.

Menurut Nadalsyah, Pembangunan Masjid ini sudah sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

“Harapan kita bersama bahwa generasi penerus Barito Utara nantinya memiliki Akhlaqul Karimah dengan bimbingan guru-guru, ustadz dan ustadzah, dimana ahlaq yang baik akan menjadi pondasi dasar generasi penerus Barito Utara serta melanjutkan pemerintahan di Kabupaten Barito Utara kedepannya,” ujar Bupati.

Sebelumnya Ketua Panitia, Akhmad Gunadi, S.E, B.A., dalam laporan menyampaikan sejarah singkat pembangunan Masjid H. Muhammad Sidik Komplek Islamic Center. Dibangun berdasarkan keinginan dari ayahanda H. Nadalsyah sebelum beliau terpilih menjadi Bupati Barito Utara, beliau juga menginginkan adanya jembatan penghubung antara Kota Muara Teweh dengan Kelurahan Jingah dan kelurahan Jambu serta diujung jembatan terdapat sebuah bangunan komplek Islamic Center.

“Dengan Ridho Allah SWT alhamdulillah keinginan beliau terkabul. Selanjutnya pada Tahun 2014 periode pertama beliau menjadi Bupati Barito Utara dan dimulailah proses pembangunan, dilanjutkan dengan pembebasan lahan pada Tahun 2014 serta pada Tahun 2015 hingga sekarang sudah mencapai 98 persen,” beber Ketua Panitia dihadapan para undangan yang hadir, diantaranya Camat dan Lurah se Barito Utara serta Kepala Desa se Barito Utara. *Ramli*

Pemeriksaan Mario Dandy oleh KPK, terkait Kasus Gratifikasi Ayahnya

CHANEL7.TV, JAKARTA – KPK memeriksa anak mantan pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rafael Alun Trisambodo, Mario Dandy Satriyo. Mario diperiksa sebagai saksi untuk Rafael.

“Bertempat di Polda Metro Jaya, tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan saksi, Mario Dandy Satriyo (Pelajar),” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (22/5/2023).

Pemeriksaan dilakukan di Polda Metro Jaya. Diketahui, saat ini Mario Dandy ditetapkan tersangka dan ditahan terkait kasus penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora.

Selain itu, ada tiga orang saksi dari pihak swasta yang diperiksa, yakni Oki Hendarsanti, Ujeng Arsatoko, Fransiskus Xaverius Wijayanto Nugroho, dan Jeffry Amsar. Pemeriksaan terkait kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Rafael.

Rafael Alun Trisambodo awalnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. KPK menyebut Rafael Alun diduga menerima gratifikasi USD 90 ribu atau senilai Rp 1,3 miliar.

KPK kemudian melakukan pengembangan terkait kasus dugaan korupsi Rafael. KPK pun menetapkan Rafael sebagai tersangka kasus TPPU.

Kejagung Sita Aset Mobil Milik Eks Menkominfo Paska Korupsi BTS 4G

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate dengan mengenakan rompi tahanan warna pink dan tangan diborgol berjalan menuju mobil tahanan di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/5/2023).

CHANEL7.TV, JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita mobil mewah milik eks Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. Penyitaan mobil mewah itu dilakukan setelah Plate ditetapkan sebagai tersangka kasus rasuah menara base transceiver station (BTS).

Mobil mewah yang disita oleh Kejagung itu adalah Range Rover seri Velar berwarna putih. Diketahui mobil pabrikan Inggris itu dijual di pasaran mulai dari Rp 2 miliar.

Dari pantauan, mobil itu terparkir di sekitar Gedung Pidana Khusus Kejaksaan Agung pada Jumat (19/5/2023) lalu. “Iya disita terkait JP,” ujar Kasubdit Penyidikan Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Haryoko Ari Prabowo, Minggu (21/5/2023).

Baca juga: Jokowi Tunjuk Mahmud MD menjadi pengganti Menkominfo, setelah penangkapan Johnny G Plate

Untuk sementara, tim penyidik masih menyita satu mobil yang terkait dengan Johnny G Plate. “Baru satu mobil,” katanya.

Penyidik Kejagung saat ini juga terus mengejar aset-aset eks Menkominfo tersebut. Untuk itu, tim penyidik Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Koordinasi terus berjalan,” kata Kala Biro Humas PPATK, Natsir Kongah.

Nantinya, hasil penelusuran dana proyek dan aset para tersangka, termasuk Johnny G Plate akan diberikan kepada Kejaksaan Agung untuk keperluan penyidikan.

“Hasil analisis kita sampaikan kepada penyidik,” kata Natsir.

FajarPaper Dukung Program Daur Ulang Sampah Plastik Rumah Tangga dan Giat bersih Sungai bersama REHAB Cikarang

CHANEL7.TV, BEKASI – 21 Mei 2023 – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper), produsen kertas kemasan berbahan baku kertas daur ulang terkemuka yang merupakan anggota dari SCGP di Indonesia, mewujudkan komitmennya dalam merawat lingkungan hidup dengan memberikan 1 (satu) unit kendaraan bak sampah kepada komunitas River Healing Base (REHAB) Cikarang. REHAB Cikarang merupakan komunitas yang bergerak dalam menjaga kebersihan dan ekosistem sungai, selaras dengan komitmen FajarPaper dalam mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Tim CSR FajarPaper dan PUK SP KEP SPSI PT Fajar Surya Wisesa Tbk, telah mengikuti rangkaian kegiatan yang diadakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikarang dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2023 bersama REHAB Cikarang yang turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi dan Kecamatan Cikarang Barat. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi demontrasi daur ulang sampah plastik, penyerahan 1 (satu) unit kendaraan bak sampah, giat bersih sungai, penanaman pohon di pinggir DAS Cikarang, dan tebar benih ikan.

Selanjutnya terdapat segmen yang khusus memberikan demonstrasi daur ulang sampah plastik rumah tangga, Ucok, sebagai salah satu relawan REHAB Cikarang, menjelaskan dan memperagakan langsung proses pengolahan sampah plastik rumah tangga yang tidak memiliki nilai ekonomis menjadi paving block. Paving block yang terbuat dari sampah plastik tersebut memiliki keunggulan seperti kuat, ringan, dan tidak berlumut.

Proses daur ulang sampah plastik diawali dengan memilah sampah plastik rumah tangga yang tidak dilapisi aluminium foil, seperti plastik bungkus makanan ringan, mie instan, dan bungkus minuman kemasan. Dalam proses pembuatan paving blocknya masih menggunakan alat-alat sederhana yang juga dibuat dari sampah rumah tangga, seperti wadah peleburan sampah plastik dari panci rice cooker, cetakan dari besi bekas, serta wadah air dari tong bekas.

Luluk Ika selaku perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Bekasi mengatakan “Kami dari Dinas Lingkungan Hidup berterima kasih dan mendukung adanya bantuan kendaraan bak sampah dari CSR FajarPaper karena dapat membantu kami dalam mengedukasi warga untuk membuang sampah pada tempatnya.”

“Kami mendukung sepenuhnya program-program pelestarian lingkungan, khususnya pelestarian DAS Cikarang. Permasalahan yang ada di DAS yang terletak di Kab. Bekasi ini adalah kurang adanya rasa memiliki/kepedulian terhadap keberadaan dan manfaat sungai dari warga sekitar dan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan di sungai. Harapan kami, ingin memberikan warisan sungai yang bersih kepada generasi selanjutnya.” lanjut Luluk.

M. Fauzan selaku Staff Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Cikarang Barat menyampaikan “Kami dari Kec. Cikarang berterima kasih atas program bersih sungai dan penyerahan bantuan kendaraan bak sampah dari FajarPaper. Harapan kami dari Kec. Cikarang Barat,

‘semoga apa yang telah kita lakukan hari ini dan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan juga keberlangsungan lingkungan hidup kita kedepannya. Kami menghimbau agar masyarakat dapat lebih tertib dan teratur dalam daur ulang sampah, serta membantu menjaga kebersihan lingkungan.”

M. Yahya selaku Ketua REHAB Cikarang mengungkapkan “Setelah 4 tahun perjalanan kami dalam merawat sungai di Kab.Bekasi dan bantarannya, kami ingin berterima kasih atas sinergi dan dukungan dari instansi terkait.

“Kami berterima kasih kepada FajarPaper yang telah memberikan unit kendaraan bak sampah. Kendaraan tersebut membantu kami bergerak merawat sungai dengan mengangkut sampah-sampah yang ada di bantaran sungai.”

Joko Budi Santoso selaku Industrial Relations & Government Liaison Supervisor FajarPaper mengatakan “Kegiatan yang dilakukan hari ini memberikan edukasi terkait pentingnya mengolah sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis menjadi barang yang berguna dan merawat sungai.

FajarPaper terus mendukung kegiatan edukasi tersebut karena bermanfaat juga bagi warga di bantaran kali untuk tidak membuang sampah di sungai, serta dapat memilah sampah ekonomis maupun non-ekonomis yang bisa dimanfaatkan. Penyerahan 1 (satu) unit kendaraan bak sampah juga sebagai bentuk kepedulian FajarPaper kepada masyarakat dan partisipasi dalam merawat lingkungan, terlebih sungai Cikarang.

“Harapan kami semoga kendaraan ini bisa bermanfaat lebih banyak bagi masyarakat sehingga timbul kepedulian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.”

FajarPaper, yang memiliki 3.000 karyawan dan 30% dari hasil produksinya diekspor ke manca negara, senantiasa berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia melalui berbagai kegiatan CSR perusahaan baik dalam bidang ekonomi, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, maupun lingkungan. Dalam bidang Pendidikan, FajarPaper telah berpartisipasi dalam berbagai program renovasi sekolah, pemberian bantuan alat tulis dan beasiswa, dan juga bidang lainnya seperti sosial, pemberdayaan masyarakat dengan program ekonomi sirkular dan lingkungan melalui program GEMARI BUMITANIK (Gerakan masyarakat mandiri melalui budidaya maggot, ikan, dan tanaman hidroponik) dengan menggunakan sampah organik dari limbah rumah tangga sebagai pakan maggot, dan juga program lainnya.

Berpakaian Mewah, Wanita Ini Terekam Kamera Curi 4 Handphone Sekaligus!

CHANEL7.TV, KABUPATEN BEKASI – Wanita paruh baya berpakaian modis terekam CCTV melakukan aksi pencurian di sebuah butik di Perum Taman Permata Indah Blok A2 No.04, Desa Warungjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.
Dalam aksinya, pelaku berhasil menggasak empat ponsel milik karyawan toko, yakni 1 buah handphone merk Vivo dan 3 buah handphone merk Samsung. Dengan modus berpura-pura ingin membeli pakaian.
Dalam rekaman CCTV, pelaku dengan ciri ciri berkerudung, mengenakan baju gamis mengecoh karyawan toko dengan meminta dicarikan sejumlah model pakaian.
Pelaku kemudian memanfaatkan situasi dan melancarkan aksinya dengan berpura-pura memeriksa pakaian dan mencari pakaian-pakaian anak.
Dalam rekaman itu, pelaku terlihat menggasak empat handphone korban yang berada di dalam etalase, di rak pakaian dan di atas meja komputer.
Pemilik toko baju Moro Store, Sakhati mengatakan, pencuri diperkirakan berjumlah satu orang dengan mengendaraai kendaraan roda empat jenis Avanza yang sengaja parkir dan menunggu di samping toko butik.
Meski sempat dikejar oleh korban yang handphone miliknya telah raib, sesaat pelaku keluar dari toko. Namun, pelaku dengan cepat tancap gas pergi meninggalkan lokasi kejadian.
Dengan berbekal rekaman CCTV, kasus ini telah dilaporkan korban ke sektor Polsek Kedungwaringin Polres Metro Bekasi.

Tertipu Arisan Bodong, Pelaku mengancam Korban dengan Ormas

CHANEL7.TV, SAMARINDA – Bisa dibilang apes nasib Melisa (28) warga Kota Samarinda yang menjadi korban penipuan arisan bodong. Awalnya ia berencana menceritakan dan meminta masukan terkait masalah yang dihadapinya ini melalui media sosial. Namun bukan malah selesai, malah terduga pelaku berinisial R-P diduga juga menggunakan jasa Organisasi Masyarakat (Ormas) untuk membungkam korban Melisa.

Aksi oknum ormas yang dinilai meresahkan ini terjadi berkali-kali di rumahnya. Mulai dari mendatangi rumah korban, hingga berkata-kata kasar kepada korban, yang pada saat kejadian memiliki anak-anak di dalam rumahnya.

“Saya takut mas, pas kejadian pertama saya posisi tidak di Samarinda. Ketika saya di rumah, malah mendapat perkataan kasar dari oknum ormas itu,” jelasnya usai melaporkan kasus ini ke Polresta Samarinda.

Menurut Melisa, awalnya ia dengan terduga pelaku merupakan teman. Belakang R-P mengajak korban untuk mengikuti arisan bersama rekan-rekannya pada tahun 2020 silam. Awalnya memang ia tidak curiga, karena beberapa peserta arisan mendapatkan hasil, belakangan ketika sudah mulai giliran korban mendapatkan arisan, justru tak kunjung menerima haknya itu.

Jika ditafsir kerugian korban mencapai Rp 46 Juta rupiah, setelah terduga pelaku mencicil uang korban yang minta dikembalikan, lantaran tak sesuai perjanjian arisan.

“Saya ada bukti transfernya. Mulai dari Rp 6 juta, Rp 12 Juta saya transfer ke rekening yang disepakati,” jelas Melisa.

Kondisi ini memang diakui Melisa sudah cukup membuatnya resah, sehingga membuat laporan resmi ke polisi menjadi opsi terakhir yang ia tempuh. Melisa memang tidak sendiri, beberapa rekan lainnya juga mendapat perlakuan sama. Salah satunya Nita, warga Samarinda.

Kerugian Nita yang juga menjadi korban arisan bodong ini mencapai Rp 240 juta. Walaupun belakang terduga pelaku R-P baru saja mencicil Rp 35 juta, sehingga masih menyisakan Rp 205 juta.

“Saya juga sama, dapat perlakuan pengancaman dari oknum ormas itu. Saya ada kok bukti cctv oknum tersebut datang ke tempat usaha saya. Pada saat itu saya posisi sedang hamil, sehingga saya tidak berani memberikan perlawanan,” papar Nita.

Nita cukup menyayangkan aksi tidak terpuji itu dilakukan, padahal posisi kami ini merupakan korban arisan yang tak kunjung mendapatkan hak.

“Saya bersama 3 teman yang lain ini sepakat untuk melaporkan kasus ini ke Mapolresta Samarinda, untuk mendapatkan keadilan, namun memang ketika tiba di kantor polisi, belum ada respon lanjutan dari kepolisian,” kata dia.

Nita berharap kasus ini mendapatkan atensi dari pihak kepolisian, agar segera ditangani. Sebab, jangan sampai jumlah korban terus bertambah, sehingga banyak merugikan orang lain.

Sementara Kasatreskrim Polresta Samarinda, Kompol Rengga dihubungi melalui telpon memberikan jawaban singkat. “Nanti saya akan periksa laporannya,” pungkasnya.

KONI Jabar andalkan Kabupaten Bekasi lumbung emas di ajang PON XXI Aceh-Sumatera Utara

CHANEL7.TV, KABUPATEN BEKASI – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Barat Muhammad Budiana mengandalkan atlet-atlet Kabupaten Bekasi sebagai salah satu lumbung emas di ajang PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2025 mendatang.

“Sudah bisa kita perkirakan bahwa kekuatan inti Jawa Barat salah satu di antaranya ada di Kabupaten Bekasi. Atlet-atlet Kabupaten Bekasi menjadi bagian utama pelatda (pemusatan latihan daerah),”ucapnya saat Sabtu (20/4/23).

Dia mengatakan tujuan kunjungan kerja KONI Jawa Barat ke Kabupaten Bekasi dikarenakan daerah itu menjadi juara umum pada pekan olahraga provinsi XIV Jabar di wilayah priangan timur beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Budiana meyakinkan segenap pengurus KONI Kabupaten Bekasi untuk terus semangat menjaga dan merawat prestasi atlet-atletnya, terlebih di akhir bulan ini akan digelar pengukuhan penetapan pelatda babak kualifikasi PON XXI.

Budiana mengaku Kabupaten Bekasi berpotensi menjadi salah satu tuan rumah pelatda mengingat konsep pemusatan latihan bersifat sentralisasi di provinsi dan desentralisasi di kota atau kabupaten yang ditunjuk dengan pembiayaan dibebankan dari anggaran provinsi.

“Bisa jadi di Kabupaten Bekasi karena kekuatan atlet kita salah satunya di sini selain daerah lain seperti Kabupaten Bogor, Kota Bandung, Kota Bekasi, dan Kota Bogor,”pungkasnya.

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan memastikan pemerintah daerah mendukung penuh kebutuhan atlet melalui intervensi anggaran serta ketersediaan sarana dan prasarana olahraga demi peningkatan prestasi olahraga di daerah itu.

“Sebagaimana kita ketahui, keikutsertaan atlet Kabupaten Bekasi memperkuat kontingen Jawa Barat maupun Indonesia di multi event selalu kita dukung. Ini bukti komitmen kami merawat serta menjaga kemampuan atlet agar tetap di high performance,” katanya.

Menurut dia salah satu kunci kesuksesan atlet meraih prestasi tertinggi adalah dengan memperbanyak mengikuti pertandingan untuk memperbanyak jam terbang serta pengalaman sehingga memiliki target khusus.

“Karena kita menyandang predikat juara umum pekan olahraga provinsi yang bukan hanya sekedar meraih medali dan piala terbanyak, melainkan juga atlet-atlet kita menjadi kekuatan inti. Percuma jadi juara umum kalau atlet-atlet kita tidak menjadi kekuatan inti Jawa Barat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bekasi Reza Luthfi Hasan memastikan atlet-atlet binaannya mampu berkontribusi besar mengantarkan Jawa Barat menjadi juara umum PON untuk ketiga kali secara berturut-turut.

“Sesuai apa yang telah dicanangkan KONI Jawa Barat yakni hattrick juara umum PON. Jangankan di kancah nasional, di ajang internasional pun atlet-atlet kami sudah siap tempur. Kami siap mengawal Jawa Barat menjadi juara umum di Aceh dan Sumatera Utara nanti,”tutupnya.(KR-PRA).

Keberhasilan Indonesia Dalam Pesta Olah raga Sea Games

CHANEL7.TV,JAKARTA – “SEA Games itu adalah kawah candradimuka bagi bangsa-bangsa Asean,” begitu kata Wakil Presiden, H. Adam Malik, saat membuka dialog dengan para juara karate mahasiswa yang akan melakukan perjalanan kebeberapa negara Asia sebagai hadiah kesuksesan mereka, tahun 1982, di kediamannya, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat.

Para juara itu dihasilkan dari Kejuaraan Karate Nasional Mahasiswa memperebutkan Piala Wakil Presiden. UKI (Universitas Kristen Indonesia) adalah penyelenggaranya. Saya, satu-satunya wartawan (Kompas) yang ikut baik sebagai panitia maupun sebagai anggota tim keliling itu, kebetulan .saya juga anggota MSH (Majelis Sabuk Hitam) DAN-I INKAI.

Lalu, wartawan senior dan mantan Menteri Luar Negeri RI itu berkisah. “Saat itu tidak dalam posisi resmi. Artinya di sela-sela sidang Asean, saya berbincang dengan menlu-menlu lain,” katanya lagi. “Kenapa ya di Asian Games apalagi Olimpiade, tidak ada atlet-atlet kita yang bisa berkiprah dengan baik?” lanjut Pak Adam Malik.

Dari sana lalu disepakati menciptakan satu event ‘untuk saling membantu’ di antara atlet bangsa Asean. “Ya, seperti kawah candradimuka, begitu.”

Maka, Sea Games pun dilebur menjadi SEA Games. Tujuannya, ya untuk saling membantu. Bukan untuk saling bersaing dalam arti menggunakan segala cara. Persaingan tetap dibutuhkan tetapi dalam bentuk untuk saling membantu.

Misalnya, kita kuat di cabor bulutangkis, negara lain mensuport untuk meningkatkan kualitas pebulutangkis kita. Begitu juga, Filiphina kuat di cabor basket, kita semua membantu agar tim itu bertambah kuat.  Yang jelas bukan untuk bersaing yang bisa menimbulkan permusuhan.

“Jadi, jelas SEA Games bukan tujuan!” tegas Pak Adam. “Jangan satu negara ingin terus menguasai Seag itu, tapi, setiap negara dengan keistimewaan cabang khusus, harus memperoleh bantuan ber’sparing partner’ dari negara lainnya. Supaya ada keseriusan dibuat seperti AG dan Olimpiade. Tapi, karena ini adalah ajang persiapan, regulasinya juga dibuat khusus,”

Sungguh, sangat indah ide itu. Tapi, semua menjadi tinggal kenangan. Sedihnya, diimulai dari kita, yang terus-menerus juara umum 1977-1983. Tidak hanya itu, ada banyak atlet kita yang juga terus-menerus diturunkan. Konon ada atlet cabor tertentu yang berhasil merebut 13 medali emas dan perak untuk kurun lebih dari 5 Seag. Dari satu sisi, oke juga, tapi jika melihat niat Seag dan regenerasi, apa yang diraih sang atlet itu melukiskan cabor tidak ingin bersusah payah dan regenerasi sama sekali tidak terjadi.

Jika melihat dari sisi persaingan, tidak ada yang keliru kita kuasai Seag. Tapi jika melihat tujuan awal dibentuknya seperti kisah Pak Adam Malik, ada baiknya kita merenung.

Fakta itulah yang oleh negara lain Indonesia dituding memaksakan diri mengangkangi Seag. Padahal, ide awalnya setiap dua Seag, atlet wajib berganti. Dengan begitu, regenerasi akan terus-menerus terjadi. Dan dengan regenarisi yang baik, maka pembinaan bisa pula berjalan dengan baik. Dengan begitu juga, maka prestasi bisa ditingkatkan ke ajang yang lebih tinggi.

Untuk itu, rasanya seluruh ‘stake holder’ olahraga bangsa Asean agar bisa duduk kembali. Mereka wajib menurunkan ego masing-masing. Mereka perlu merancang ulang akan dibawa kemana Seag. Dan perlu juga dipikirkan bahwa Seag adalah bagian dari AG serta Olimpiade. Untuk itu, regulasinya pun harus mengikuti ketentuan yang baku, tidak seperti sekarang.

Salah satu contoh, tuan rumah boleh menentukan cabor maksimal dua, dan cabor pilihan itu harus sudah ada dan dimainkan oleh sedikitnya 6-7 negara anggota. Jika Seag dibiarkan terus seperti sekarang, saya khawatir Seag bisa menjadi ajang permusuhan di antara bangsa Asean itu sendiri. Dan, jangan sampai mudarat Seag akan lebih banyak dari manfaatnya.

Semoga ke depan, tidak ada lagi tuan rumah yang berlaku sewenang-wenang dakam menentukan cabor, aturan ‘walk out’, serta lain-lainnya. Dan tidak juga menganggap seag adalah segalanya, hingga untuk mencapainya harus menggunakan segala cara seperti saat ini. Aamiin ya Rabb…
Semoga bermanfaat..

Penulis : M. Nigara

Kejari Makassar Tingkatkan Status Kasus Dugaan Korupsi Lahan Pengelolaan Sampah

CHANEL7.TV, MAKASSAR – Kejaksaan Negeri Makassar (Kejari Makassar) akhirnya meningkatkan status penanganan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan industri pengelolaan sampah pada Pemerintah Kota Makassar (Pemkot Makassar) Tahun Anggaran 2012 hingga 2014 ke tahap penyidikan.

Andi Alamsyah, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intelijen) Kejaksaan Negeri Makassar (Kejari Makassar) mengatakan, peningkatan kasus tersebut ke tahap penyidikan setelah melalui ekspose perkara yang digelar Selasa 16 Mei 2023.

“Dalam kasus ini telah ditemukan perbuatan melawan hukum sehingga ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ucap Alamsyah, Kamis (18/5/2023).

Dalam tahap penyidikan ke depannya, Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Makassar akan kembali melakukan pendalaman diantaranya memeriksa kembali sejumlah saksi-saksi hingga mendalami dokumen-dokumen terkait pekerjaan pembebasan lahan industri pengelolaan sampah yang dimaksud.

“Di tahap penyidikan, tim penyidik akan pendalaman lagi guna memperoleh minimal dua alat bukti yang cukup,” tutur Alamsyah.

Kronologi

Kasus dugaan korupsi pembebasan lahan tersebut berawal ketika diadakannya Rapat di DPRD Kota Makassar tentang rencana pengelolaan Industri pengelolaan sampah yang menghasilkan energi yang lokasinya ditunjuk di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Pertimbangan penunjukan lokasi tersebut, selain berdekatan dengan Sungai Tallo dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), juga sesuai dengan rencana umum tata ruang wilayah Kota Makassar untuk pembangunan industri pemukiman dan pergudangan serta zonasi pendidikan untuk wilayah Kecamatan Tamalanrea dengan menggunakan anggaran APBD Kota Makassar.

Adapun luas lahan yang dibebaskan Pemerintah Kota Makassar dan anggarannya yakni pada tahun 2012 luas lahan yang dibebaskan 5.833 M2 dengan nilai pembebasan lahannya sebesar Rp3.499.000.000 dari nilai DPA sebesar Rp3.520.250.000.

Kemudian lanjut pada tahun 2013, dilakukan kembali pembebasan lahan seluas 65.186 M2 dengan nilai pembebasan lahan sebesar Rp39.111.600.000 dari nilai DPA sebesar Rp37.436.743.850.

Pada tahun 2014 pembebasan lahan kembali dilakukan yakni seluas 3.076 M2 dengan nilai pembebasan lahan sebesar Rp1.845.600.000 dari nilai DPA sebesar Rp30.050.400.000.

Guna mendukung pelaksanaan kegiatan pembebasan lahan tersebut, maka diterbitkan Surat Keputusan Wali Kota Makassar Nomor: 590.05/452/Kep.III/2012 tanggal 8 Maret 2012 tentang pembentukan panitia pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum di Kota Makassar Tahun Anggaran 2012.

Namun dalam perjalanan proses pembebasan lahan yang dimaksud terdapat indikasi bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan tidak sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada mulai dari perencanaan, penetapan lokasi, penyuluhan, identifikasi dan inventarisasi atas penguasaan tanah, penilaian harga tanah, musyawarah, pembayaran ganti rugi, dan pelepasan hak sebagaimana diatur dalam UU No. 2 Tahun 2012 dan Peraturan Kepala BPN No. 3 Tahun 2007 sebagai dasar pengadaan tanah bagi kepentingan umum pada masa itu.

“Tim Penyidik akan melakukan serangkaian tindakan penyidikan untuk memperoleh bukti-bukti dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” Alamsyah menandaskan.

RECOMMENDED NEWS

POPULAR

Subscribe