Senin, Agustus 3, 2026
Beranda blog Halaman 50

Holding Ultra Mikro BRI Group Jangkau Jaringan yang Lebih Luas, Dukung Wujudkan Indonesia Emas 2045

CHANEL7.TV, Jakarta – Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan setidaknya terdapat tiga aspek untuk mensukseskan bisnis UMKM agar dapat naik kelas dan berkelanjutan. Di antaranya aspek accessibility dengan biaya operasi yang murah, aspek permodalan dan penjaminan, serta aspek akses kompetensi melalui pemberdayaan.

Menurut Kartika, tiga aspek tersebut merupakan konsep yang diusung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam integrasi Holding Ultra Mikro (UMi). Tak ayal, sampai saat ini telah terdaftar sebanyak lebih dari 45 juta pelaku ultra mikro yang menerima manfaat serta berpotensi untuk naik kelas.

Kendati demikian, tantangan besar di depan mata seiring target Indonesia emas 2045 yakni meningkatnya jumlah pekerja baru di tengah lonjakan populasi. Sebab itu, Kartika memandang perlu untuk memperkuat ketiga aspek tersebut dengan menjangkau pelaku-pelaku usaha yang jauh lebih kecil, bahkan yang selama ini termasuk dalam kategori belum layak mendapatkan kredit sekalipun.

“Dalam 10 tahun ke depan, ini mungkin masih ada 35 sampai 45 juta lagi untuk masuk ke pengusaha yang mulai di level pra Sejahtera atau pra layak kredit. Perlu untuk memberikan akses ke finansial, memberikan kemampuan berusaha, dan akses ke penjaminan pemerintah. Nah isunya setelah beberapa tahun ini kita masuk ke layer lebih bawah, lebih less bankable lagi dan smaller size. Jadi membutuhkan jangkauan lebih dalam, cost lebih murah, dan penjaminan lebih luas,” ucap Kartika.

Kartika menyampaikan hal ini dalam acara Diskusi Taman yang digelar BRI Research Institute pada 12 Januari 2023 dengan mengangkat tema “How Ultra Micro Holding Connects Finance to Millions in Indonesia”. Dalam diskusi yang turut hadir Direktur Utama BRI Sunarso tersebut, Kartika menjabarkan detail cara untuk memperkuat ketiga aspek melalui kolaborasi Holding Ultra Mikro selaku entitas dan pemerintah sebagai pemangku kebijakan.

Pertama dalam Upaya menurunkan biaya operasional (operating cost), Holding UMi bisa memanfaatkan jaringan agen seperti AgenBRILink milik BRI, Kelompok Mekaar milik PNM dan sebagainya di setiap pelosok desa agar secara accessibility lebih dekat, murah, dan mudah dibanding menuju kantor cabang. Di sisi lain, penerapan konsep hybrid bank dengan digitalisasi akan memangkas servicing cost yang selama ini lebih mahal daripada bunga dan pinjaman yang didapat pelaku usaha.

“Masyarakat kalau ke cabang atau unit perjalanan jauh, tapi agen depan rumahnya ada. Nah sekarang transaksi kita dipindahkan mulai dari pencairan kredit, pembayaran cicilan kredit, transaksi semua di agen,” ucap Kartika.

Sementara itu fungsi kantor cabang/unit akan dialihkan untuk memperkuat aspek kedua yakni pembinaan dan pemberdayaan pelaku usaha. Di tempat ini akan menjadi pusat kursus-kursus, ruang diskusi serta community center para pelaku usaha untuk mendapatkan kompetensi terkait cara mengembangkan usahanya agar semakin naik kelas

“Penting supaya masyarakat punya kompetensi berusaha dengan benar, mulai dari bagaimana packaging produk, logistik, mengelola keuangannya. Tidak bisa hanya dikasih uang, dikasih penjaminan, tapi perlu dibina juga supaya mereka tahu gimana cara berusaha dan mengelola cash flow-nya dengan benar. Pembinaan ini kita perkuat agar mereka bisa naik kelas, dari yang tadinya hanya pinjam 2,5 juta, suatu hari bisa naik jadi mikro, retail bahkan menengah,” lanjutnya.

Adapun yang tak kalah penting yakni memperluas penjaminan dari permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang selama ini diberikan Pemerintah. Kartika memandang perlu keberanian bank untuk memberikan KUR hingga ke level pemula yang belum bankable dan memiliki banyak pengalaman sekalipun. Untuk itu, pemerintah saat ini tengah mencari mekanisme penjaminan awal dengan harapan pelaku usaha tersebut bisa bertahap naik ke level berikutnya.

“Usulan kita ke pemerintah, kita perluas dan menambah jaminan ini supaya masyarakat bisa masuk ke sistem dengan dijamin pemerintah dulu. Tidak harus selamanya, harapannya dua cycle (siklus) sekiranya dia macet, pemerintah yang menalangi dari asuransi melalui KUR, kemudian cycle ketiganya dia (bisa) masuk ke commercial. Nah kita lagi men-define bagaimana mekanisme penjaminan ini dari ultra mikro ke mikro atau bahkan ke retail,” tambah Kartika.

Menurut Kartika, upaya ini jika dilakukan secara konsisten selama dekade ke depan berpotensi menambah 30-40 juta pelaku usaha ke dalam sistem hingga menciptakan 80 juta pekerjaan di masa depan. Holding UMi pun bisa menjadi engine untuk mendorong kemakmuran masyarakat di level rural secara masif. Masyarakat pun semakin sejahtera dalam menyongsong Indonesia emas 2045.

Diketahui, Holding UMi menargetkan melayani masyarakat yang belum punya akses ke layanan keuangan formal (unbankable) hingga 45 juta hingga 2024. Adapun jumlah debitur Holding UMi juga terus meningkat. Per September 2023, jumlah debitur holding ini sudah mencapai 36,6 juta atau tumbuh 22% dari posisi September 2021. Artinya BRI, Pegadaian dan PNM masih akan menjaring 8,4 juta debitur ultra mikro baru hingga 2024. Total oustanding kredit holding ultra mikro mencapai Rp590,7 triliun per akhir September 2023 atau tumbuh 11,6% secara tahunan. Angka tersebut nilainya sudah meningkat 27,38% apabila dibandingkan dengan periode awal pembentukan holding.

Rinciannya, kontribusi kredit mikro BRI selaku induk holding mencapai Rp479,9 triliun, atau naik 10,9% secara tahunan dengan 14,2 juta debitur. Adapun porsi kredit Pegadaian mencapai Rp65,6 triliun, atau meningkat 17,3% dengan jumlah peminjam sebanyak 7,4 juta. Pembiayaan PNM mencapai Rp45,3 triliun, atau tumbuh 14,3% dengan 15 juta debitur.

Silaturahmi Kapolda Kalimantan Tengah Menjelang Pemilu 2024

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Djoko Poerwanto menyampaikan Sambutan Dihadapan Para Pejabat Barito Utara *RAMLI*
Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Djoko Poerwanto menyampaikan Sambutan Dihadapan Para Pejabat Barito Utara *RAMLI*

CHANEL7.TV, BARITO UTARA – Pj. Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis menyambut kedatangan Kapolda Irjen Pol. Djoko Poerwanto dan Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Tengah Ny. Irna Djoko Poerwanto beserta rombongan di halaman Mapolres Barito Utara pada 17 Januari 2024.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Mery Rukaini, DPRD Barito Utara, Pj. Sekretaris Daerah, Unsur FKPD, Kapolres Barito Utara, Gede Eka Yudharma, S.I.K, M.A.P. Ketua Pengadilan Agama, Kepala Perangkat Daerah, para pejabat Utama dan anggota Polres Barut, Ketua Bhayangkari dan pengurus, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, insan pers dan undangan terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Drs.Muhlis menyampaikan bahwa kunjungan Kapolda Kalteng ini memberikan motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam meningkatkan sinergitas dan kolaborasi untuk membangun Barito Utara serta masyarakatnya yang hidup rukun berdampingan walaupun terdapat banyak suku agama dan ras dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Falsafah Huma Betang.

Beliau juga menyampaikan bahwa menjelang Pemilu 2024 ini, Kabupaten Barito Utara dalam keadaan yang aman dan kondusif. Hal itu tidak terlepas dari kerjasama dan sinergitas dari semua pihak khususnya Polres Barito Utara dan Kodim 1013 Muara Teweh serta instansi vertikal dan didukung oleh DPRD Barito Utara.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolda Kalimantan Tengah. beserta rombongan telah berkenan berkunjung di Kabupaten Barito Utara, semoga tali silaturahmi ini senantiasa tetap terjalin dan terbina.” Ucap Muhlis.

Sementara itu, Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Djoko Poerwanto dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dapat hadir di acara kunjungan ini secara fisik. Beliau mengatakan bahwa Barito Utara ini adalah contoh dari etalase keberagaman.
Beliau menghimbau, untuk melaksanakan Pemilu 2024 dengan aman dan damai. “Jika ada hambatan agar dapat terselesaikan dengan baik dan selalu bersinergi untuk mencapai mufakat,” ucap Djoko Poerwanto.

*RAMLI*

AKP Tomi Marbun Beberkan Kronologi Kasus Rudapaksa Siswi SMP

Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, AKP Tomi Marbun dalam keterangannya terkait kasus rudapaksa yang dialami bocah perempuan berusia 13 mulai terjadi sejak Maret 2023 silam.
Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, AKP Tomi Marbun dalam keterangannya terkait kasus rudapaksa yang dialami bocah perempuan berusia 13 mulai terjadi sejak Maret 2023 silam.

CHANEL7.TV, TELUK BINTUNI – Rangkaian Kronologi kasus rudapaksa yang dialami bocah perempuan berusia 13 tahun ini masih duduk di bangku kelas I SMP oleh 8 pria di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, AKP Tomi Marbun dalam keterangannya pada Senin (15/1/2024), mengatakan, aksi kejahatan pertama ini mulai terjadi sejak Maret 2023 silam. Kemudian, aksi para pelaku dilaporkan ke Kepolisian Resor Teluk Bintuni pada 11 Januari 2024.

AKP Tomi Marbun menjelaskan terkait laporan tersebut. “Iya benar telah dilaporkan kepada kami terdapat delapan orang pelaku dan sudah kita tangkap mereka,” kata AKP Tomi Marbun.

1. Pelaku pertama inisial MP

Kejadian bermula pada Bulan Maret 2023, pelaku berinisial MP kerap bertanya ke korban “Ade mau kah?”.

Hal itu membuat korban tidak nyaman sehingga kerap menghindar.

Lalu pelaku MP mendatangi rumah korban yang saat itu sedang sendirian di kamar.

Pelaku melakukan aksinya dengan menutup mulut korban.

2. Pelaku kedua inisial RYP

Masih di Bulan Maret 2023, saat korban bermain ayunan, pelaku RYP menghampiri dan mengajaknya bermain.

Korban pun mengiyakan ajakan tersebut.

Saat itu korban mengatakan hendak minum sebelum bermain.

Namun, pelaku RYP mencegah dan melakukan aksinya.

“Korban sempat melakukan perlawanan. Hanya saja ia tidak memiliki kekuatan karena kerap ditutup mulutnya,” katanya.

3. Pelaku ketiga inisial NC

Kemudian di bulan April 2023, korban asyik bermain bola dengan sejumlah temannya.

Saat itu bola tersebut masuk ke dalam perahu.

Korban yang hendak mengambil bola. Sementara teman-teman korban pulang.

Saat korban mengambil bola, ia dihampiri pelaku NC. Korban ditarik pelaku NC ke dalam perahu.

“Saat korban mengambil bola di perahu teman-teman sebayanya yang bermain bersama sudah pulang, kesempatan itu dimanfaatkan Pelaku NC,” jelas Kasat.

Korban sempat melakukan perlawanan dengan menginjak kaki pelaku.

Namun, pelaku berhasil menyekap korban dan melakukan perbuatan bejatnya di dalam perahu.

4. Pelaku keempat inisial AP

Korban kembali mengalami pemerkosaan pada bulan September 2023 oleh pelaku AP.

Saat itu korban tengah bermain di rumah AP bersama keponakannya.

Ketika keponakannya keluar rumah, pelaku melakukan aksi bejatnya terhadap korban.

“Korban melawan tetapi ditutup mulutnya oleh pelaku. Setelah mendapat perlakuan di rumah AP, korban mengalami trauma sehingga tiga hari tidak masuk sekolah,” kata Tomi.

5. Pelaku kelima inisial OP penjaga sekolah

Lalu, pada Bulan November 2023, saat korban berada di sekolah, ia mendapat perlakuan yang tidak senonoh dari penjaga sekolah berinisial OP.

“Saat itu korban sedang membersihkan ruangan kelas di jam pulang sekolah, ia kemudian didatangi OP penjaga sekolah lalu dipaksa melakukan hubungan,” jelas Tomi.

6. Pelaku keenam inisial AHK

Dua minggu setelah mendapat perlakuan itu di sekolah, korban kembali mengalami hal yang sama dari pelaku AHK.

“Saat itu orang tua korban sedang pergi melakukan tokok sagu di hutan dan menitipkan korban di rumah tantenya.

Di malam saat korban tertidur tiba-tiba AHK mengetuk pintu lalu korban bangun membuka pintu,” ungkapnya.

“Saat itu ketika hendak korban pergi tidur ditarik oleh pelaku sambil menutup mulut korban dan dilakukan aksi bejatnya,” lanjut Tomi.

7. Pelaku ketujuh inisial YS

Masih di Bulan November 2023, saat di rumah sendiri, korban didatangi pelaku YS.

Saat itu pelaku menanyakan keberadaan orangtua korban.

Namun, usai mengetahui orangtuan korban tak di rumah, pelaku YS melakukan aksinya.

Pelaku YS melampiaskan nafsu bejatnya pada korban.

8. Pelaku kedelapan inisial NS

Terakhir saat korban mengikuti pesta ulang tahun di rumah temannya.

Kemudian saudara dari temanya berinisial NS melakukan hal serupa.

Korban menjadi pelampiasan nafus para pelaku.

Terungkapnya kasus

Perlakuan para pelaku diketahui setelah korban menginap di rumah tantenya.

Tantenya ketika itu melihat pelaku keempat inisial, AP mengintip korban.

Lalu keesokan tantenya menanyakan kepada korban tentang hal itu.

Sontak korban menceritakan semua yang ia alami.

Tante korban pun membuat pengaduan ke Polres Teluk Bintuni.

Kemudian polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Para pelaku seluruhnya telah ditahan.

“Enam orang ditangkap 11 Januari 2024,” kata AKP Tomi Marbun.

Sedangkan dua pelaku lainnya, kata AKP Tomi Marbun, ditangkap pada hari berikutnya (12 Januari 2024) di rumahnya masing-masing di kompleks pelayaran Kabupaten Teluk Bintuni.

Para pelaku dijerat dengan pasal 76D Jo Pasal 82 ayat (1), dan ayat (2) dan atau Pasal 76E Jo Pasal 81 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 Tahun.

Lewat Digitalisasi, Holding Ultra Mikro BRI Group Permudah Layanan Keuangan Lebih Efisien

CHANEL7.TV, JAKARTA – Memiliki misi untuk menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion” di tahun 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan peran pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk segmen ultra mikro lewat kehadiran Holding Ultra Mikro (UMi).

Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai induk bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kini telah berusia lebih dari 2 tahun. Terobosan ini pun diharapkan dapat mendorong akselerasi dalam pengembangan pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Diketahui, BRI turut berperan signifikan dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Tercatat, pada tahun 2022 indeks  literasi keuangan sebesar 49,6% dan inklusi keuangan 85,1%. Angka ini meningkat apabila dibandingkan dengan indeks  literasi keuangan sebesar 38,03% dan inklusi keuangan 76,1% di tahun 2019.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa Holding UMi yang menjadi sumber pertumbuhan baru ini diharapkan mampu mengefisienkan proses bisnis melalui digitalisasi. “Dengan demikian, literasi digital menjadi penting. Spirit Holding UMi, agar seluruh institusi BUMN men-serve masyarakat ultra mikro lebih efisien dengan daya jangkau lebih luas. Bisa melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya seefisien mungkin.” ujarnya dalam acara Diskusi Taman BRI yang diselenggarakan melalui BRI Research Institute pada 12 Januari 2023. Acara diskusi yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo tersebut mengangkat tema “How Ultra Micro Holding Connects Finance to Millions in Indonesia.

Agar lebih efisien, lanjutnya maka tiga entitas menggunakan outlet yang digunakan bersama, produk yang dijual secara cross selling, dan sistem yang digunakan bersama. Untuk melayani segmen tersebut, baik BRI, PNM dan Pegadaian bersama-sama mengembangkan outlet co-location atau outlet yang dapat digunakan bersama. Dari sekitar 15.500 outlet yang digunakan untuk melayani nasabah segmen ultra mikro dan mikro, sebanyak 1.013 outlet merupakan outlet co-location.

Di samping inisiatif dalam mengembangkan sektor ultra mikro, BRI juga terus memberikan pendampingan kepada segmen UMKM. BRI juga melakukan program pemberdayaan kepada segmen UMKM diantaranya Desa Brilian, Program Klasterku Hidupku dan Rumah BUMN dengan tujuan mendorong para pelaku UMKM tersebut agar naik kelas.

Penguatan Peran Holding UMi

Sementara untuk penguatan ekosistem Holding UMi dilakukan melalui penerapan customer journey yang terintegrasi. Selain itu, percepatan inklusi keuangan melalui optimalisasi outlet co-location, AgenBRILink, serta tenaga pemasar Holding UMi. Selanjutnya, peningkatan sinergi sebagai bentuk upaya efisiensi dalam mengurangi operational cost dan operational risk. Penguatan core business Holding UMi juga dilakukan melalui product alignment dalam rangka penyediaan layanan keuangan yang komprehensif. Terkahir, termasuk penguatan Brigade Madani melalui implementasi culture activation program yang terintegrasi.

“BRI memiliki journey pemberdayaan dan peningkatan kapabilitas nasabah UMi, yakni dengan tiga tahap empower, integrate, dan upgrade,” ujar Sunarso. Pertama, empower dilakukan oleh PNM dengan cara memberdayakan usaha kelompok masyarakat prasejahtera agar dapat menjadi wirausaha yang mandiri.

Kemudian kedua, integrate di mana seiring dengan perkembangan usaha, kebutuhan pendanaan tambahan dapat dilayani oleh BRI, seperti KUR Mikro, dan Pegadaian juga bisa melayani untuk produk gadai. Ketiga, yakni upgrade untuk ultra mikro yang sudah naik kelas ke segmen mikro. Mereka dapat dilayani oleh BRI melalui produk Kupedes.

DPRD Barito Utara, Dr. H Tajeri Lakukan Reses Kepada Masyarakat Barito Utara

DPRD Kabupaten Barito Utara , Dr. H Tajeri, SE., S.H., M.M., M.H.bersama Warga RT 03/RW 01 Kelurahan Lanjas*RAMLI*
DPRD Kabupaten Barito Utara , Dr. H Tajeri, SE., S.H., M.M., M.H.bersama Warga RT 03/RW 01 Kelurahan Lanjas*RAMLI*

CHANEL7.TV, MUARA TEWEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara (Barut), Dr. H Tajeri, SE., S.H., M.M., M.H., telah melaksanakan reses di Jalan Keladan, Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara pada Sabtu (13/1/2024). Dalam wawancara dengan beberapa media usai kegiatan reses, H Tajeri menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan reses pertama yang dilakukan untuk tahun 2024.

H. Tajeri juga menjelaskan, bahwa masa jabatan DPRD periode 2019-2024 akan berakhir pada tanggal 17 Agustus 2024. Sebagai anggota DPRD, mereka memiliki kewajiban untuk melaksanakan reses minimal 6 titik, dan ini merupakan titik reses ke-5 yang dilakukan. Sebelumnya, telah dilakukan reses di Sei Rahayu I, Sei Rahayu 2, Rimba Sari, dan Beringin Raya.

Hari ini, reses dilakukan di Jalan Keladan, RT 03/RW 01 Kelurahan Lanjas, dan yang terakhir akan dilakukan di Parang Kampeng. H Tajeri juga menambahkan bahwa rekan separtainya, Hj. Sofia DPRD Barito Utara, juga turut serta dalam kegiatan reses tersebut.

Reses merupakan kegiatan yang penting untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan memperjuangkan kepentingan mereka di DPRD. Dengan melakukan reses, diharapkan DPRD dapat lebih dekat dengan masyarakat dan dapat memperkuat peran mereka sebagai wakil rakyat.

H Tajeri, yang berasal dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), berharap kegiatan reses ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara. Ia juga berkomitmen untuk terus berjuang dan bekerja keras demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.*Ramli*

AKSI PENGGELAPAN SERTIFIKAT TANAH OLEH MAKELAR TANAH.

CHANEL7.TV, KAB. BEKASI – Tim Channel 7 TV kembali meminta keterangan lebih lanjut terkait Sertifikat Tanah Kacung Supriatna yang digelapkan oleh Makelar tanah pada tahun 2000. Dari keterangan H.Arba yang dititipkan Sertifikat tanah Kacung Supriatna yang menggelapkan sertifikat tanah tersebut adalah H.Guntur.

Terkait penagihan PT Asuransi Kredit Indonesia pada tahun 2021 sebesar 4 milyar kepada Pak Kacung Supriatna. Tertera pada foto kopi sertifikat tanah a.n Kacung Supriatna yang ditunjukkan oleh pihak PT Askrindo bahwa Sertifikat tanah tersebut telah dijadikan Hak tanggungan sebesar 4 milyar dan debitur nya adalah PT Cipta Trikreasi Prima yang menurut PT Askrindo PT tersebut Fiktif.

Pada desember 2023 Tim channel 7 TV mendatangi kantor PT Askrindo di Jakarta pusat sebanyak 4x namun tidak ada yang bisa dimintai keterangan.

Pada tanggal 9 Januari 2024 Tim Channel 7 TV dan anak kandung pak Kacung Supriatna bernama Pak Karyan mendatangi kantor notaris bernama Muhamad Mujaki S.H di Cikarang Barat Kab.Bekasi yang membubuhkan Hak Tanggungan di sertifikat tanah Kacung Supriatna.

Menurut pernyataan notaris Muhammad Mujaki S.H ia dilimpahkan tugas dari notaris Depok bernama Erri Yuliani S.H, untuk memasang hak tanggungan di sertifikat tanah Kacung Supriatna karena daerah kerja notaris tersebut di Kab.Bekasi.

Tim channel 7 tv meminta notaris tersebut untuk memperlihatkan dokumen dokumen yang menjadi dasar Hak Tanggungan tersebut.

Tanda tangan, KTP, Surat Nikah, SPPT, atas nama pak Kacung Supriatna itu semua jelas palsu dan berbeda dengan aslinya.

Lalu Tim Channel 7 TV meminta keterangan ke Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bekasi, Setelah di cek oleh BPN bidang Sengketa Sertifikat Tanah a.n Kacung Supriatna dengan no SHM 1749 seluas 9573 M² masih atas nama Kacung Supriatna namun ada Hak Tanggungan pada tahun 2003 dan ditahun 2005 akan di lelang.

BPN menyarankan untuk mediasi di kantor BPN dan mengundang pihak pihak terkait pada tanggal 10 Januari 2024. Pihak Pak Kacung Supriatna sudah hadir namun dari PT Askrindo dan PT Cipta Trikreasi Prima tidak hadir dalam undangan mediasi tersebut.

Kacung Supriatna sudah melaporkan perihal ini ke Polres Bekasi di bidang Harda dan masih dalam proses.

Pak Kacung Supriatna berharap sertifikat tanah tersebut dikembalikan tanpa harus membayar kepada PT Askrindo karena Kacung Supriatna tidak pernah mengagunkan/menjaminkan Sertifikat tersebut dan dasar Hak Tanggungan tersebut dipalsukan.

Untuk itu kepada pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi dan Polres Bekasi mengambil tindakan terhadap pelaku Mafia Tanah, oknum Notaris dan oknum lainnya yang membantu suatu tindakan kejahatan dalam perihal ini, juga pihak OJK bisa bertindak dengan adanya pelanggaran dari PT askrindo, karena OJK sebagai pengawasan perbankan.

Pemkab Barut Gelar Rapat Pesiapan Dan Finalisasi Evaluasi Kinerja Pj. Bupati

Para Peserta Rapat persiapan dan finalisasi evaluasi kinerja Pj Bupati Barito Utara triwulan I (Oktober, November, Desember 2023) *RAMLI*

 

Para Peserta Rapat persiapan dan finalisasi evaluasi kinerja Pj Bupati Barito Utara triwulan I (Oktober, November, Desember 2023) *RAMLI*

CHANEL7.TV, BARITO UTARA – Pemerintah kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) melaksanakan Rapat persiapan dan finalisasi evaluasi kinerja Pj Bupati Barito Utara triwulan I (Oktober, November, Desember 2023), bertempat di aula Amaris Hotel, Selasa (9/1/2024).

Pj. Sekda Jufrianyah menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka rapat persiapan dan finalisasi evaluasi kinerja Pj Bupati Barito Utara triwulan I tahun 2023.

“Pada malam hari ini kita mencoba untuk membahas apa yang akan dipaparkan oleh Bapak Pj Bupati besok hari di Kementerian Dalam Negeri. Mungkin kemarin teman teman hanya data yang kami minta, dan pada malam hari ini mungkin ada hal yang perlu disampaikan terkait data yang telah diberikan dan mungkin Pj. Bupati juga ada yang perlu ditanyakan terkait dengan data yang telah diberikan oleh kepala perangkat daerah, agar hal-hal tersebut pada saat evaluasi nanti tidak ada kendala dalam paparan dan jawaban yang disampaikan Pj Bupati dihadapan Kemendagri.”jelas Jufri saat memimpin rapat.

Dalam kegiatan rapat persiapan dan finalisasi tersebut, kepala prangkat daerah memaparkan 10 indikator yang diminta oleh Kemendagri.
Rapat dihadiri Pj Bupati Barito Utara Drs Muhlis, Pj Sekda Drs Jufriansyah, 13 Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemkab Barito Utara, kepala bagian (Kabag), dan Kepala Bidang (Kabid). *Ramli*

PJ. Bupati Barito Utara: Jelaskan usaha berantas Desa Blankspot Internet Sudah Berjalan 40 persen

PJ Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis(Kiri) dan Kontributor Barito Utara, Ramli(Kanan) *RAMLI*
PJ Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis(Kiri) dan Kontributor Barito Utara, Ramli(Kanan) *RAMLI*

CHANEL7.TV, BARITO UTARA – Jaringan digitalisasi pemerintahan yang saat ini menjadi tulang punggung dari visi transformasi pemerintahan Joko Widodo telah merambah ke desa-desa berkategori blankspot/sinyal lemah/non 4G. Dan desa-desa seluruh kabupaten Barito Utara menjadi bagian tak terpisahkan dari visi presiden tersebut.

Wilayah Kalimantan Tengah khususnya kabupaten Barito Utara memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dari daerah lain dalam hal pengentasan desa blankspot ini. Terutama terkait dengan kondisi topografi dan jumlah penduduk. Topografi daerah pegunungan dan perbukitan membuat provider harus memperbanyak jumlah tower dan meningkatkan kualitas bts (basic transciever station), yang otomatis meningkatkan biaya operasional.

Sementara jumlah penduduk yang kurang serta jarang pada daerah pedesaan membuat perhitungan bisnis provider atau operator penyelenggara telekomunikasi harus berpikir ulang untuk menempatkan towernya. Dua hal ini menjadi kendala sangat fundamental dalam percepatan akselerasi distribusi layanan internet di desa-desa seluruh Barito Utara.

Penjabat Bupati Barito Utara Drs. Muhlis mengatakan pemerintah kabupaten Barito Utara telah menganggarkan anggaran penyediaan internet desa kategori blankspot sejak kepemimpinan H. Nadalsyah dan Sugianto Panala Putera sampai tahun 2023, dan dilanjukan kembali pada anggaran tahun 2024. Hasilnya telah mampu meng-cover 25 titik desa dari 65 desa kategori blankspot.

“Melalui Dinas Kominfosandi yang bekerjasama dengan salah satu provider, kita telah menyalurkan internet sekitar 40% dari target 100% pada tahun-tahun mendatang. Hal ini agar pemerintahan desa mendapatkan hak akses yang sama terhadap internet terutama aplikasi-aplikasi pemerintahan yang saat ini hampir rata-rata menggunakan media internet atau gawai digital”, kata Drs. Muhlis saat ditemui media ini.

Pj. Bupati Barito Utara yang sangat low profile ini menambahkan bahwa akses internet adalah hak setiap warga untuk mendapatkannya terutama di daerah-daerah pedesaan yang jauh dari ibu kota kabupaten. Tujuannya agar informasi tata kelola pemerintahan yang serba menggunakan aplikasi bisa segera sampai di pemerintahan desa dalam memacu pembangunan desa di segala bidang.

“Jadi program pengentasan desa blankspot internet ini terus kita pacu sampai tidak ada lagi desa berkategori blankspot di Barito Utara”, tutup Drs. Muhlis.

Babinsa Koramil 03/Teweh Tengah Bersama SMI Batara Renovasi Rumah Milik Warga Kurang Mampu

Babinsa Koramil 03/ Teweh Tengah. Renovasi rumah Sudariati. alamat kelurahan Lanjas. RT 22 Parangkampeng. *RAMLI*

 

Babinsa Koramil 03/ Teweh Tengah. Renovasi rumah Sudariati. alamat kelurahan Lanjas. RT 22 Parangkampeng. *RAMLI*

CHANEL7.TV, BARITO UTARA – Babinsa Koramil 1013-03/Teweh Tengah Kodim 1013/Mtw Bersama komunitas Supermoto indonesia Barito Utara (SMI Batara), memberikan perhatian serta kepedulian kepada masyarakat yang kurang mampu dengan melakukan kegiatan bhakti sosial Renovasi rumah milik ibu Sudariati yang beralamat di Desa parangkampeng RT.22 kel.lanjas kab.barito Utara. Sabtu (06/01/2024).

Kegiatan Renovasi rumah milik Sudiarti ini dilakukan bersama-sama oleh Babinsa Bersama komunitas Supermoto indonesia Barito Utara (SMI Batara) yang sebelum berawal dari babinsa dan komunitas motor melakukan kegiatan bakti sosial pemberian sembako, setelah melihat rumah ibu sudiarti yang kurang layak babinsa dan SMI Batara berinisiatif melakukan renovasi rumah sudiarti wanita berumur 82 tahun yang hidup sebatang kara.

Danramil 1013-03/Teweh Tengah Kapten Inf M Guntur menyampaikan bahwa Kegiatan yang dilaksanakan Babinsa ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama warga masyarakat yang kurang mampu. Mengingat Sudiarti sendiri adalah seorang lansia yang hidup sebatang kara yang mana untuk kehidupan sehari – hari hanya mengandalkan pemberian dari warga sekitar.
“Karena kondisi ibu Sudiarti yang hidup sendiri dan tinggal di rumah yang tidak layak huni, jadi kita sama-sama bergandengan tangan bersama anak – anak muda komunitas Supermoto indonesia Barito Utara (SMI Batara) untuk meringankan beban beliau,” terang Danramil

Lebih lanjut, Danramil mengungkapkan bahwa jalinan sinergitas TNI Bersama Komunitas motor dapat dilakukan melalui berbagai hal Positif, salah satunya lewat kegiatan Renovasi rumah.
“Kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi penerima bantuan. Semoga apa yang kami lakukan ini sekiranya dapat mendatangkan berkah dan membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya.

Sementara itu, rasa terimakasih juga diucapkan oleh Sudiarti atas kepeduliannya untuk membangunkan rumahnya yang tidak layak huni.
“Saya ucapkan syukur Alhamdulillah, dan terimakasih banyak kepada babinsa yang membantu kesulitan saya. Semoga atas niat baik ini dapat menjadikan berkah dan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ucapnya. *Ramli*

Jelang Pemilu, Penggunaan Baliho Model Manual Akan Dikurangi

Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, akan mengurangi pemakaian papan reklame atau Baliho cetak manual. (RAMLI)
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, akan mengurangi pemakaian papan reklame atau Baliho cetak manual. *RAMLI*

CHANEL7.TV, BARITO UTARA – Sejalan dengan telah dilaksanakannya program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang salah satu tujuannya adalah mengurangi penggunaan kertas (paper less). Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Barito Utara akan mengurangi pemakaian papan reklame atau baliho cetak manual.

Disamping dalam rangka kemudahan, efisiensi waktu bongkar pasang, dan penggunaan tenaga manusia, pengurangan penggunaan papan reklame manual ini dimaksudkan supaya baliho-baliho yang beredar tidak merusak pemandangan karena penempatannya yang tidak beraturan.

Kepala Bidang e-Government Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Barito Utara Munawar Khalil, S. ST, MT, CIO di ruangan kerjanya mengatakan bahwa ini adalah langkah dalam mendukung bergeraknya sistim digitalisasi di Barito Utara. Pengurangan dimaksud adalah pembatasan penggunaan yang akan dimulai dari Diskominfo sendiri untuk mengurangi baliho manual agar menjadi contoh.

“Penggunaan baliho dan papan reklame cetak manual akan kita kurangi, sejalan dengan telah terpasangnya beberapa videotron milik pemerintah daerah yang dikelola oleh Diskominfo”, terangnya.

Sekretaris Muhammadiyah Barito Utara Dadang Ma’mun, Ssi, ketika ditemui media ini mengatakan bahwa seharusnya memang penempatan baliho-baliho yang tidak beraturan bisa ditata karena mengganggu keindahan kota, dan sebaiknya sudah menggunakan sistim digital agar tidak sembarang orang bisa memasang.

“Apalagi musim pemilu ini, terasa sekali kota sesak dengen baliho yang sepertinya kelihatan asal pasang. Kita tidak tahu apakah ada aturan pemasangan atau pajak yang dihasilkan dari baliho tersebut”, kata Dadang panggilan akrabnya.

Dari pantauan media ini, pada hampir semua titik krusial di kota Muara Teweh memang terpasang baliho individu-individu yang menawarkan diri untuk dipilih dan mengelola daerah. Namun sayangnya baliho-baliho tersebut seperti tidak tertata sehingga sebagian agak mengganggu pandangan dan membahayakan pengendara pada beberapa titik tikungan jalan tertentu.

RECOMMENDED NEWS

POPULAR

Subscribe