banner

CHANEL7.TV, Simalungun – Pada Minggu, 16 Maret 2025, pukul 21.41 WIB, Kapolsek Parapat, AKP Manguni Wiria D. Sinulingga, S.H., M.H., bersama tim gabungan memantau langsung lokasi kejadian banjir bandang yang melanda Kecamatan Soalan dan Parapat, Kabupaten Simalungun. Banjir yang disertai dengan longsor ini mengakibatkan material lumpur dan batu menutupi akses jalan vital di Desa Sibaganding, sehingga mempersulit mobilitas warga.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu sore menyebabkan terjadinya banjir bandang yang menerjang pemukiman warga serta menutup sejumlah jalan. Dalam situasi darurat ini, semangat gotong royong terlihat jelas, dengan aparat kepolisian dan masyarakat bekerja sama membersihkan material longsor yang menghalangi jalan.

Kapolsek Parapat, AKP Manguni Wiria D. Sinulingga, turun langsung ke lokasi pada malam hari untuk memastikan evakuasi berjalan lancar. “Alat berat telah dikerahkan untuk membuka jalan dan membantu warga yang terdampak. Kami bekerja keras agar akses segera pulih,” ujarnya.

Kapolres Simalungun, AKBP Choky Sentosa S. Meliala, S.I.K., S.H., M.H., juga menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. “Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Jonni FH Sinaga Purba, mengonfirmasi peristiwa banjir bandang serta tanah longsor yang semakin memperburuk kondisi. Akibat bencana tersebut, arus lalu lintas di Kota Wisata Parapat lumpuh total. Untuk mengurangi kemacetan, pihak Polres Simalungun melakukan pengalihan arus lalu lintas di Simpang Palang Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan. Kendaraan yang menuju Toba, Tapanuli Utara, dan Sibolga dialihkan melalui Simpang Palang menuju Simpang Sitahuan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang terdampak serta kemungkinan adanya korban jiwa atau luka akibat banjir dan longsor ini. Polres Simalungun juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana. “Jika mendapati tanda-tanda akan terjadinya bencana alam lanjutan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tambah AKP Jonni FH Sinaga Purba.

Polres Simalungun menegaskan komitmennya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama dalam situasi darurat. “Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat,” ujar pihak Polres Simalungun.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut, Polres Simalungun menyediakan nomor darurat 110 Call Center. Personel Polres Simalungun bersama instansi terkait akan terus bekerja keras untuk mengatasi dampak bencana ini dan memulihkan kondisi wilayah yang terdampak banjir dan longsor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here