banner

CHANEL7.TV, Kota Bekasi – Jaringan Patriot Muda Kota Bekasi (JAPMI) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DBMSDA Kota Bekasi pada, Rabu (17/6/2026) . Aksi jilid II ini digelar karena JAPMI menilai belum ada penjelasan yang memadai terkait anggaran perjalanan dinas dalam kota Tahun Anggaran 2026 yang nilainya hampir mencapai Rp4 miliar oleh Kepala DBMSDA Kota Bekasi.

Koordinator Lapangan JAPMI, Muhamad, menegaskan bahwa aksi lanjutan ini merupakan bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan APBD agar dijalankan secara transparan dan akuntabel.

“Pada aksi pertama kami hanya mendapat jawaban bahwa anggaran belum terserap. Namun saat kami meminta rincian kegiatan, tujuan, dan dasar penganggarannya, tidak ada penjelasan yang substansial. Sampai hari ini kami masih menunggu keterbukaan dari Kepala DBMSDA Kota Bekasi,” ujarnya.

JAPMI menilai besarnya anggaran tersebut patut dijelaskan kepada publik, terlebih di tengah masih banyak persoalan infrastruktur, banjir, dan pelayanan masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Menurut JAPMI, publik berhak mengetahui arah penggunaan setiap rupiah APBD, termasuk urgensi pelaksanaan, indikator keberhasilan, hingga manfaat nyata yang akan diterima masyarakat.

Melalui aksi ini, JAPMI kembali mendesak Kepala DBMSDA Kota Bekasi untuk membuka informasi secara terbuka dan memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

JAPMI menegaskan akan terus mengawal isu transparansi anggaran sebagai bagian dari upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Apabila dalam waktu 7 x 24 jam belum terdapat penjelasan yang memadai, JAPMI menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk pengawasan terhadap penggunaan uang rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here