banner
Kawasan Superindo Pulomas, Jakarta Timur

CHANEL7.TV, JAKARTA TIMUR – Rugun Biduri Betania Hutabalan (26) warga pendatang asal Medan yang merupakan seorang karyawati tenant menjadi korban penipuan oknum Damkar Jakarta Timur.

Kejadian penipuan saat dirinya bertugas di kawasan Superindo Pulomas, Jalan Raya Kayu, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Jum’at 06 Juni 2023 sekitar pukul 14.00 WIB kemarin.

Rugun menjelaskan, kejadian penipuan itu diduga komplotan yang sudah direncanakan, bermula salah seorang pelaku pertama oknum anggota Damkar dengan modus mengecek APAR hendak melakukan isi ulang (refil)

“Pelaku bertemu saya di Superindo Kayu Putih (lokasi) dan mengaku sebagai petugas Damkar untuk melakukan pengecekan APAR, kemudian pelaku meminta HP saya untuk memberitahukan kepada Supervisor kami akan dilakukan pengecekan isi ulang,” kata Rugun saat ditemui wartawan dilokasi, Sabtu 24 Juni 2023.

Lalu kemudian, terduga pelaku kedua, mengaku maintenance dari kantor datang mengambil HP korban berikut HP toko, untuk kemudian akan dilakukan upgrade dengan alasan sudah terdeteksi oleh system.

“Sebelumnya memberitahukan bahwa akan ada orang yang dateng ke toko mengambil HP. Karena dia mengaku supervisor dan saya percaya, nah pas dateng dia meminta HP toko 1 merk Oppo A.37 dan HP saya,” jelasnya.

Setelah diberikan, kata Rugun, pelaku kedua yang diketahui seorang laki-laki itu tak kunjung datang setelah diberikan HP. Alhasil dua buah HP raib di gondol pelaku.

Namun sebelumnya, korban telah menstansfer uang senilai Rp 600.000 (enam ratus ribu rupiah) kepada pelaku untuk biaya tambahan Refil (isi ulang) Apar.

“Saya mentransfer uang 600 ribu buat Refil Apar menggunakan aplikasi Sakuku, ternyata pelaku juga melakukan tarik tunai Rp 200.000 ,- menggunakan ATM melalui M Bang BCA Cardless milik di HP saya, transfer uang Rp 200.000 ,- ke Aplikasi Dana,” jelasnya.

“Pelaku ketiga seorang ojek online menelpon supervisor saya, lalu menghampiri saya menanyakan nomer pin rekening saya melalui HP ojol tersebut,” sambungnya.

Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar kurang lebih lima juta rupiah, pihaknya susah melaporkan ke kasus dugaan penipuan ini ke pihak berwajib.

Kasus ini sudah di tangani Polsek Pulogadung Jakarta Timur, korban sudah melaporkan dengan Surat Laporan Polisi (LP) 137/B/VI/2023/SPKT/POLSEKPULOGADUNG/RESTJAKTIM/PMJ.

“Kasus ini sudah di tangani Polsek Pulogadung semoga pelaku segera di tangkap, karena saya terancam dikeluarkan dari perusahaan, semoga ada keringanan dari pihak perusahaan, ” ujarnya.

“Karena disini saya merantau untuk mengganti rugi uang segitu rasanya berat sekali, tapi saya akan bertanggung jawab atas kelalaian saya,” sebutnya.

Sementara itu, Komandan Securiti Superindo Pulomas, Eko membenarkan kejadian tersebut, kasus dugaan penipuan ini sudah ditangani Polsek Pulogadung.

Hal senada dikatakan, Risma satu rekan kerjanya, pihaknya mengecam keras aksi tersebut dan berharap pelaku bisa segera di tangkap.

“Ya, kasus ini sudah di tangani polisi, semoga segera tertangkap dan semoga tidak ada korban lagi kedepannya,” tandasnya.

Ia berharap, ada keringanan dari pihak perusahaan, pasalnya, kejadian ini merupakan sebuah musibah yang memang dirasa tidak disengaja.

“Semoga ada keringanan dari perusahaan, jaman sekarang mencari kerja sangat sulit untuk kebutuhan sehari-hari di perantauan ketemu nasi ajah sudah bersyukur, semoga tidak ada pemecatan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here