CHANEL7. TV , Muara Teweh (Prusda) Perusahaan Daerah Batara Membangun, milik pemerintah kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dinyatakan oleh management telah dilakukan audit.
Untuk SPBU Prusda sudah di audit olah Akuntan Publik (AP) dan laporan auditnya sudah kami serahkan ke Pemerintah Daerah, Bupati Barito Utara, hari Senin 2 Juni 2025,(Kalteng)
Hal itu disampaikan oleh Estri Astutik bagian Akounting dan keuangan, di katakannya untuk tahun 2024 kemaren kami sudah di audit oleh Muhamad Sanusi & rekan akuntan publik dari Jakarta BPK RI oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI.
” Sesuai Peraturan Daerah kabupaten Barito Utara nomor 07 tahun 2024 kami hanya melaporkan hasil audit ke Pemerintah Daerah, dan tidak melaporkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Barito Utara,” ujar Estri, kepada wartawan di Muara Teweh (2/6/2024).
Ditanya kenapa hasil audit tidak di umumkan ke publik, Estri menyatakan pihaknya akan melakukan kordinasi kepada pimpinan, karena hal ini diluar tanggung jawabnya.
Terpisah Anggota DPRD Barito Utara, H.Tajeri saat di konfirmasi bahwa Prusda Batara Batara Membangun sudah di audit untuk semua sektor, tapi tidak di tembuskan ke DPRD ia menyatakan seharusnya kami ditembusi hasilnya, tugas DPRD salah satunya pengawasan, masa kami hanya menganggarkan tapi tidak diawasi.
” Maka penggunaan dana dari APBD harusnya Akuntabel,” ungkap H.Tajeri.
Terpisah LSM Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi di Jakarta Mengatakan Perusahaan daerah, yang juga dikenal sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), harus transparan dalam menjalankan aktivitasnya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, mencegah penyimpangan dana, dan memastikan penggunaan dana CSR yang tepat sasaran.
“Transparansi juga penting untuk menciptakan budaya kerja yang bertanggung jawab dan efisien di perusahaan daerah.
Mengapa transparansi penting untuk perusahaan daerah?
Mencegah penyimpangan dana,” tegasnya.
Ditambahkannya, Transparansi meminimalkan peluang terjadinya korupsi atau penyalahgunaan dana karena setiap alokasi dan penggunaan dana dapat diawasi oleh masyarakat, media, dan lembaga pengawas.
Kita tahu sudah 12 tahun Prusda itu beroprasi, yang kita minta apa hasilnya untuk daerah selama ini, berapa keuntungan yang di dapat dan di setorkan ke kas daerah, kan kita tidak tahu.
” Ya tinggal mahitung labanya kurangi biaya operasional, kita juga minta audit dengan asist tagboat Prusda yang selama ini beroperasi beraktipitas kerja bantu durung tongkang batu Bara yang melintas jempatan dan Barito,” ungkapnya
Reporter: Ramli (Kalimantan Tengah)
















