banner

CHANEL7.TV, MEDAN – Infrastruktur di Kawasan Industri Modern (KIM) masih buruk. Diguyur hujan 2-3 jam, kawasan di bawah kendali PT. KIM Persero itu terlihat seperti sungai. Sekitar pukul 00:30 WIB, sesuai pantauan di lapangan, banjir terparah di kawasan industri modern akibat hujan terdapat di sekitar Jalan Pulau Nias Selatan KIM II. Ratusan kendaraan yang bolak-balik melintas di jalan tersebut terganggu untuk melintas.

Pengguna jalan di kawasan industri modern menyesalkan PT. KIM Persero yang dinilai gagal mengatasi banjir di KIM. Infrastruktur jalan dan drenase sampai sekarang masih buruk, tidak pernah dibersihkan hingga kini. Sementara kutipan retribusi kendaraan terus berjalan. “Heran,” kata pengguna jalan KIM II, Agus, saat dihampiri wartawan di pinggir jalan yang kendaraannya mogok akibat terendam air.

Akibat tingginya intensitas curah hujan beberapa hari terakhir, Kawasan Industri Medan (KIM) digenangi banjir. Belum ada tanda-tanda PT. KIM (Persero) mengatasi serangan banjir tersebut. Sebab hingga Rabu (01/10), air masih mengenangi kawasan industri tersebut.

“Kemungkinan pekerja dan pelaku usaha di KIM ini resah, karena sampai saat ini banjir belum dapat diatasi,” kata Mukmin (52), salah seorang pekerja di KIM.

Dikatakan pekerja industri tersebut, sudah lama pelaku usaha di KIM resah dengan serangan banjir yang tak kunjung dapat diatasi. “Kalau sudah banjir, kami tambah capek. Selain kerjakan pabrik, kami juga harus bersih-bersih akibat kotoran banjir yang menempel. Sebenarnya sudah lama pelaku usaha di KIM ini resah akibat banjir kiriman tersebut, tetapi tidak tahu tindak lanjutnya,” kata pria setengah baya tersebut.

Secara terpisah, menanggapi banjir di kawasan industri modern, warga Medan Labuhan, AR. Ahmad (50), minta Menteri BUMN mencopot Dirut PT. KIM Persero karena kinerja tidak bagus. “Seperti sekarang ini, setiap hujan pasti kawasan KIM Medan direndam banjir, kedalamannya mencapai 50 sentimeter atau selutut orang dewasa.”

Banjir di kawasan industri modern Medan bukan hal yang pertama. Ini merupakan gambaran kegagalan dalam membenahi infrastruktur di kawasan industri modern Medan. Konsekuensinya, Menteri BUMN harus mencopot Direktur KIM Medan. Harus mencopotnya karena gagal diberi kepercayaan dan tidak perlu dipertahankan lama-lama. Kasihan masyarakat, pekerja yang melintas, dan pengguna jasa yang menjadi korban.

Genangan air hujan di Kawasan Industri Medan berpotensi mengganggu kelancaran bisnis investor. Ribuan pekerja yang melintas di kawasan industri tersebut juga terhambat.

“Banjir ini sangat mengganggu aktivitas kami sebagai pengguna jalan di Kawasan Industri Medan. Herannya sejak dulu sampai sekarang masalah banjir di kawasan Industri Medan tak juga dapat teratasi,” keluh Ridwan, pekerja di Kawasan Industri Medan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here