
CHANEL7.TV, BARITO UTARA – Ada unsur kesengajaan terkait pembabatan, pengrusakan dan penguasaan terhadap lahan milik masyarakat petani karet di kecamatan lahei sampai saat ini belum ada titik terang penyelesaian.
anggota DPRD Barito Utara, DR. H. Tajeri, SE. MM. SH. MH, meminta Manajemen perusahaan PT. Sepalar Yasa Kartika, harus bertanggung jawab terkait hidup korban yang berasal dari hasil pohon karet, yang sudah perusahaan ratakan dengan tanah Perlu diperhatikan.
Terkait GPS Error itu adalah alasan perusahaan, seharusnya bisa melihat jenis pohon apa yang mereka tumbang, kalau tidak ingin menggarap dan menguasai lahan tersebut
8 orang warga desa mukut Kecamatan lahei, yang merupakan pemilik lahan tidak terima atas keputusan sepihak dari pihak perusahaan PT sepalar Yasa Kartika, yang menentukan harga lahan dan karet yang sudah produksi dengan hanya 18 juta per hektar.
Menurut mereka nilai tersebut dianggap sangat merugikan masyarakat, sehingga mereka meminta bantuan kepada pemerintah daerah Bupati, DPRD dan kementerian kehutanan Barito Utara, agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan adil.
REPORTER : RAMLI (Kalimantan Tengah)










