
CHANEL7.TV, SOLOK – Terjadi Sebuah Insiden Tanah longsor yang terjadi di tambang emas Ilegal di Nagari Sungai Abu, Kec. Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 28 September 2024, Pukul 08 40 WIB.
Menurut Penjelasan Kapolres Solok AKBP MUARI. S.I.K. M.M. M.H, Sebanyak 25 Orang penambang emas tertimbun longsor, dengan Rincian 11 Orang luka-luka, 12 Orang Meninggal dunia, dan 2 Orang belum ditemukan.
Berdasarkan Penjelasan Kapolres Solok, Peristiwa nahas itu berawal dari hujan deras yang mengguyur wilayah Solok sejak Kamis siang.
Meski begitu, Para Penambang tetap menambang di lokasi menggunakan
linggis dan menggali terowongan sedalam 30-40 meter.
Namun, karena kondisi tanah yang keropos dan berlubang, Tanah di sekitar tambang tersebut mengalami longsor dan menimbun para Penambang yang sedang beraktivitas.
Mereka ada yang terjebak di dalam dan ada juga di luar Terowongan. Tapi kondisinya yang tiba-tiba tidak bisa membuat mereka mengelak, Lokasi tambang emas ilegal di Nagari Sungai Abu itu merupakan bekas tambang emas ilegal yang dibuka dengan alat berat.
Sebelumnya, polisi juga sudah pernah melakukan razia dan bahkan menutup lokasi itu pada 2023 dan 2024. Dalam operasi terakhir yang digelar pada Mei 2024 lalu, polisi menyita laptop para penambang agar tidak bisa mengoperasikan alat berat seperti ekskavator.
Namun alat berat tidak bisa disita karena medannya sulit ditempuh dan butuh waktu dan biaya untuk mengeluarkannya.
Karena berulang-ulang dirazia dan ditutup polisi, lokasi tambang emas ilegal itu lantas ditinggalkan penambang yang menggunakan alat berat
Namun, warga belakangan ini justru kembali membuka tambang itu secara manual sehingga Kegiatan mereka pun sulit terpantau karena berada di sekitar kawasan hutan dengan medan sulit ditempuh, tidak ada sinyal, dan warga cenderung tertutup, dan pada akhirnya, terjadilah insiden longsor itu di lokasi tambang emas tersebut pada Kamis sore.
Selain warga sekitar, yang jadi korban juga warga dari Nagari Persiapan Pekonina, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan.
Reporter : Suhemi (Sumatra Utara)















