banner

CHANEL7.TV, MAKASSAR – Serda Muhammad Herdi Fitriansyah, Anggota TNI asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ditemukan meninggal karena gantung diri di asrama Yonarhanud 16 Makassar.

Kabar meninggalnya Serda Muhammad Herdi Fitriansyah ini pun kini viral. Meninggal yang tak wajar membuat kabar itu masih terus jadi sorotan.

Meski disebutkan Serda Herdi Fitriansyah meninggal karena gantung diri. Namun, pihak keluarga menemukan di sekujur tubuhnya ditemukan luka lebam hingga luka bekas cambukan bahkan tulang rusuk sebelah kiri ada yang retak.

Kendati begitu, keluarga menduga Herdi mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh seniornya. Kecurigaan pihak keluarga ini diketahui setelah membuka peti jenazah.

“Setelah dilakukan pembukaan peti, diduga ada bekas lebam atau luka fisik hasil kekerasan,” kata kerabat dekat keluarga Serda Herdi, Muhibin Alinya, Sabtu (15/4/2023).

Serda Herdi adalah anggota TNI yang bertugas di Yon Arhanud/16 Makassar. Ia diperkirakan meninggal dunia pada Jumat (14/4/2023) pukul 15.00 Wita.

Terkait adanya bekas luka lebam pada tubuh korban, Muhibin Ali mengatakan pihak keluarga menginginkan dilakukan autopsi ulang sebab menurutnya ada beberapa hal yang dinilai janggal.

Menurut Muhibin, dalam beberapa waktu terakhir, Serda Muhammad Herdi diduga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh seniornya.

Selain luka lebam, pada jasad korban juga ditemukan banyak memar yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

“Mengapa autopsi ulang, karena ada kronologi sebelumnya yang bermuasal dari chat antara almarhum dengan keluarga,” ungkap Muhibin. Dikutip Tribunnews.com.

Menurut pihak keluarga, Serda Muhammad Herdi sudah mengalami tekanan yang cukup lama. Ia bahkan sempat ingin segera keluar dari satuan tugasnya.

“Menyampaikan kondisi sangat tertekan ada tindakan senioritas. Ada chat almarhum ke keluarga yang menyatakan sangat tertekan secara psikis dan kekerasan fisik,” terangnya.

Sementara jenazah tiba pada Sabtu (15/4/2023) sekira pukul 21.00 Wita, setelah diterbangkan dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Jasad prajurit itu tiba diantar sejumlah aparat TNI ke rumahnya di Jalan Mawar, Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Begitu tiba di rumah duka, pihak keluarga membuka peti jenazah.

Dari situ, terlihat ada beberapa memar di tubuh korban yang diduga akibat kekerasan fisik. Karena kematian Serda Muhammad Herdi dinilai janggal, keluarga dan atas dorongan warga sepakat agar jasad korban diautopsi ulang di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

“Karena yang bersangkutan merupakan anggota aktif TNI makanya kita langsung lapor ke DENPOM dulu,” pungkasnya.

Kendati demikian, pihak keluarga berharap segera mengusut kasus tersebut dan meminta kejelasan hukuman yang diberi untuk pelaku dan berharap pelaku di sanksi pemecatan dan penjara bukan hanya sekedar penundaan kenaikan pangkat.

Isi Chat Terakhir Serdi Herdi

Menurut Muhibin, Herdi terakhir kali berkomunikasi dengan orangtuanya pada Jumat siang sebelum melaksanakan Salat Jumat.

Dalam percakapan itu ada beberapa hal yang disampaikan oleh Herdi. Herdi sempat mengaku tertekan dan ingin segera pulang dikarenakan tidak tahan di siksa terus menerus oleh para senior.

“Tertekan yang dimaksud, ada semacam tindakan senioritas ke juniornya. Ada screenshoot percakapannya, tapi kami akan lebih dulu izin dengan pihak keluarga untuk memperlihatkan itu,” kata Muhibin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here