
CHANEL7.TV, LEBAK – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta masyarakat agar mewaspadai penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) menyusul curah hujan tinggi, sehingga berpotensi berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.
“Kita sampai hari ini jumlah kasus DBD mencapai 79 orang dan tidak ada korban jiwa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Triatno Supiyono di Lebak,Selasa.
Penyebaran kasus DBD itu tentu masyarakat dapat membudayakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan kegiatan 3M (Mengubur, Menguras, dan Menutup) barang-barang bekas dan menaburkan bubuk larvasida pada bak mandi yang terdapat genangan air di dalam lingkungan rumah atau di lingkungan.
Selama ini, gerakan PSN dinilai lebih efektif untuk memutus mata rantai penyebaran DBD, karena bisa mematikan jentik-jentik nyamuk aedes aegypti.
Karena itu, pihaknya meminta masyarakat setiap pekan agar rutin melakukan PSN dan gotong royong untuk kebersihan lingkungan agar populasi nyamuk pembawa virus DBD tidak berkembangbiak.
Saat ini, data sebaran penyakit DBD di Kabupaten Lebak berdasarkan laporan rumah sakit sampai Senin(6/3) tercatat 79 kasus tersebar di Kecamatan Rangkasbitung 28 orang, Maja 8 orang, Cibadak 8 orang, Cikulur 5 orang, Warunggunung 4 orang, Sajira 5 orang, Malingping 3 orang, Kalanganyar 3 orang, Cileles 2 orang, Cipanas 2 orang, Cimarga 3 orang,Muncang 1 orang, Banjarsari 1 orang, Wanasalam 1 orang dan Bayah 1 orang.
Ia mengatakan, masyarakat harus mewaspadai penyebaran DBD dan jika ada anggota keluarga yang mengalami demam agar segera dibawa ke puskesmas maupun rumah sakit untuk diperiksa.
Pemeriksaan itu sangat penting, terutama bagi bayi dan anak-anak untuk mewaspadai kasus DBD.
Selain itu juga pihaknya mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pencegahan DBD agar masyarakat dapat menyadari untuk melakukan PSN dan 3M.
“Kami berharap masyarakat tetap melakukan PSN dan 3M untuk memutus mata rantai penyebaran DBD,” katanya.
Sejumlah warga Komdik Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan bahwa masyarakat setempat setiap pekan melaksanakan gotong royong dengan PSN dan 3M untuk mencegah penyebaran DBD.
Mereka warga memiliki kepedulian untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak dijadikan populasi nyamuk DBD.
“Kami di sini bersama warga rutin melakukan gotong royong,terlebih musim hujan guna mencegah kasus DBD itu,” kata Ujang (45) warga Komdik Rangkasbitung Kabupaten Lebak.















