
CHANEL7.TV, MUARA TEWEH – Pilkada Kabupaten Barito Utara memasuki babak baru yang mengejutkan. Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi mendiskualifikasi seluruh pasangan calon (paslon) peserta Pilkada 2024 dalam putusan yang dibacakan pada 14 Mei 2025. Keputusan ini tidak hanya menjadi pukulan telak bagi kontestan yang terlibat, tetapi juga membuka ruang selebar-lebarnya bagi munculnya tokoh-tokoh baru dalam pentas politik lokal, Sabtu, 17 Mei 2025 (Kalteng).
Putusan MK: Politik Uang Terstruktur, Sistematis, dan Masif
Dalam sidang putusan yang digelar di Jakarta, MK menyatakan bahwa dua paslon, yakni paslon nomor urut 1, H. Gogo Purman Jaya – Drs. Hendro Nakalelo, dan paslon nomor urut 2, Akhmad Gunadi Nadalsyah – Sastra Jaya,
MK menjatuhkan sanksi diskualifikasi terhadap kedua pasangan calon dan memerintahkan pemungutan suara ulang (PSU) atau pilkada ulang dengan melibatkan orang-orang baru, dalam kurun waktu 90 hari ke depan, tanpa melibatkan kedua paslon tersebut. Tokoh-tokoh baru pun siap berlaga kembali dalam kontes pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.
Kekosongan Politik dan Munculnya Harapan Baru
Putusan MK secara otomatis menciptakan kekosongan politik di Barito Utara. Tanpa paslon yang sah, kontestasi pilkada harus diulang dari awal. Namun, dalam kekosongan ini, publik mulai menaruh harapan kepada figur-figur baru yang dianggap bersih, kredibel, dan memiliki visi alternatif untuk memimpin Barito Utara.
Figur Baru yang Mulai Diperbincangkan
H. RONY. ZE
Kelahiran Muara Lahei, 1 Januari 1974, Kecamatan Lahei,
bukanlah figur baru. Ia telah meniti karier birokrasi dengan pengalaman panjang, termasuk dikenal di kalangan pengusaha tambang batu bara. Pengalamannya yang luas dinilai menjadi modal penting jika maju dalam kontestasi pilkada mendatang.
Munculnya nama H. RONY. ZE, asli anak daerah Barito, sebagai calon bupati potensial menambah dinamika baru dalam tokoh politik Barito Utara. Meski belum ada deklarasi resmi, banyak warga dan pengguna media sosial mulai menyuarakan dukungannya terhadap sosok pengusaha batu bara di Barito Utara yang juga merupakan tokoh senior dalam dunia politik.
Dengan keluarnya dua pasangan dari bursa pencalonan, publik kini menanti siapa saja yang akan benar-benar tampil dan mendapatkan tiket dukungan partai untuk bertarung dalam Pilkada Barito Utara 2025.
Pemilu Ulang: Momentum Demokrasi Bersih
Pemungutan suara ulang yang akan digelar dalam waktu dekat ini diharapkan menjadi titik balik bagi demokrasi lokal di Barito Utara. KPU dan Bawaslu dituntut bekerja lebih profesional dan transparan, sementara masyarakat diminta lebih kritis dalam memilih pemimpin.
Kondisi ini juga menjadi ujian bagi partai politik untuk tidak lagi mengusung calon dengan rekam jejak yang buruk.
Kesan dari warga masyarakat di dua kecamatan, Lahei dan Lahei Barat, berharap kepada para petinggi yang andil dalam memilih pasangan calon agar bisa melibatkan sosok pengusaha muda yang sukses di Barito Utara dalam kontestasi mendatang.
Reporter: Ramli (Kalimantan Tengah)
















