
BARITO UTARA, KALIMANTAN TENGAH – Luas lahan 9.891 hektar yang berlokasi di kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah
GPS perusahaan error, mengakibatkan alat berat bekerja tanpa arah, menyebabkan terjadi kerusakan lingkungan merambah ke mana-mana. PT Sepalar Yasa Kartika atau PT SYK yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit rusak dan garap lahan kebun milik masyarakat.
8 keluarga merasa dirugikan, karena Kebun Karet milik mereka di Babat habis oleh PT SYK, dengan alasan GPS error.
Warga yang beralamat di desa mukut kecamatan lahei kabupaten Barito Utara protes Atas kejadian tersebut.
Namun, sampai saat ini Permasalahan Lahan belum ada titik terang, sementara keberlangsungan hidup 8 keluarga mereka yang bersumber dari hasil kebun karet, sudah diratakan dengan tanah oleh pihak PT SYK .
Upaya mediasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan Dianggap hanya sepihak dan semena-mena menentukan harga sendiri di bawah harga standar tanah yang berlaku di lahei, sehingga masyarakat menolak Mediasi itu.
Kemungkinan, 8 warga tersebut akan melaporkan kejadian ini kepada kementerian kehutanan RI, DPRD Barito Utara dan aparat penegak hukum setempat.
Reporter : RAMLI (Kalimantan Tengah)
















